Berita

Lewat Musyawarah Mufakat, IARMI Tetapkan Bahrullah Akbar sebagai Ketum Baru

40
×

Lewat Musyawarah Mufakat, IARMI Tetapkan Bahrullah Akbar sebagai Ketum Baru

Share this article

Bahrullah Akbar akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPN IARMI) periode 2025–2030. Keputusan itu dihasilkan melalui mekanisme musyawarah mufakat pada Musyawarah Nasional IX IARMI yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (23/11/2025).

Ketua Presidium Sidang Munas IX, Royke Turang, menjelaskan bahwa kesepakatan aklamasi tersebut mencerminkan kedewasaan politik internal organisasi. Ia menyebut bahwa budaya bermusyawarah selalu menjadi landasan utama dalam setiap proses pengambilan keputusan penting di tubuh IARMI.

“Keputusan bersama ini menunjukkan komitmen kolektif kami untuk menjaga soliditas organisasi. Musyawarah mufakat merupakan tradisi yang terus dipertahankan sejak awal berdirinya,” ujar Royke.

Royke memaparkan bahwa sidang berlangsung cukup dinamis karena terdapat dua kandidat ketua umum: Bahrullah Akbar dan Safrizal ZA, Dirjen Administrasi Wilayah Kemendagri. Perbedaan pendapat antarprovinsi membuat presidium beberapa kali menskors jalannya persidangan untuk memberi kesempatan konsolidasi dan dialog tertutup.

“Kami memberikan jeda agar semua delegasi dapat menyampaikan pendapat tanpa tekanan, dalam suasana kekeluargaan, dan tetap menjaga etika forum,” jelasnya.

Sebelum memasuki pemilihan, peserta sidang terlebih dahulu membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) DPN IARMI periode sebelumnya. Melalui pandangan umum para delegasi, laporan tersebut disetujui secara bulat.

Sekretaris Jenderal DPN IARMI demisioner, Ahmad Riza Patria, menyampaikan apresiasi atas penerimaan LPJ tersebut. Ia menilai hal itu sebagai tanda bahwa kinerja kepengurusan sebelumnya dinilai positif oleh para delegasi.

“Ini menjadi bukti bahwa amanah yang diberikan telah kami jalankan sebaik mungkin. Kami berharap kepengurusan baru dapat membawa IARMI semakin kuat dalam pengabdian kepada bangsa,” ujar Riza.

Riza mengungkapkan bahwa lahirnya keputusan aklamasi merupakan hasil rangkaian diskusi mendalam antara kedua kandidat dan para perwakilan daerah. Kesepakatan dicapai pada sekitar pukul 02.30 WIB dan kemudian disahkan oleh presidium sidang.

“Prosesnya panjang dan melelahkan, tetapi kami menyelesaikannya secara terhormat dengan tetap mengedepankan mufakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa musyawarah sebagai metode pemilihan bukan hanya sekadar langkah teknis, tetapi merupakan karakter fundamental IARMI dan Resimen Mahasiswa.

“Kemenangan ini bukan kemenangan individu, melainkan kemenangan nilai-nilai persatuan yang menjadi roh organisasi,” tambahnya.

Riza juga memberikan apresiasi kepada seluruh presidium yang telah bekerja menjaga suasana sidang tetap kondusif, hangat, dan penuh rasa persaudaraan.

“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh presidium—Ketua Royke Turang, Sekretaris Dr. Rasminto, serta para anggota Dr. Bustami Zainuddin, Prof. Andi Tamsil, dan Iwan Tanjung—yang menjaga marwah organisasi sepanjang proses Munas,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *