Berita

Warisan Seni dan Keteladanan Prof. Wayan Sugita Akan Terus Hidup

26
×

Warisan Seni dan Keteladanan Prof. Wayan Sugita Akan Terus Hidup

Share this article

Denpasar — Kabar duka menyelimuti dunia seni dan pendidikan Bali atas berpulangnya Prof. Dr. I Wayan Sugita, seniman Drama Gong sekaligus akademisi yang dikenal luas atas dedikasi dan keteladanannya hingga akhir hayat. Ungkapan duka mendalam disampaikan oleh akademisi Universitas Pendidikan Ganesha, Dr. Putu Aditya Antara, pada Kamis (8/1/2026).

Almarhum merupakan figur penting dalam perkembangan seni pertunjukan Drama Gong Bali serta dunia pendidikan Hindu, khususnya melalui pengabdiannya di Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa. Konsistensi beliau dalam berkarya dan mendidik menjadikan Prof. Sugita sebagai panutan lintas generasi.

Dr. Putu Aditya Antara mengenang Prof. Dr. I Wayan Sugita sebagai sosok yang telah ia kenal sejak usia belia. Kedekatan itu bermula ketika ia kerap mendampingi ayahnya, seorang seniman Drama Gong Patih Agung Sancaya Dwipa, yang sering tampil bersama almarhum di Art Centre.

Menurutnya, sejak masa itu Prof. Sugita telah menjadi figur seni yang disegani dan dihormati. Hubungan tersebut terus terjalin hingga keduanya kembali dipertemukan dalam ranah akademik, saat Dr. Putu Aditya Antara berkiprah sebagai dosen dan beberapa kali diundang menjadi narasumber di UHN I Gusti Bagus Sugriwa.

Ia mengenang almarhum sebagai pribadi yang hangat, rendah hati, dan penuh canda. Setiap pertemuan diwarnai obrolan akrab yang mencerminkan ketulusan dan kebijaksanaan seorang guru sejati.

Kepergian Prof. Dr. I Wayan Sugita meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan sejawat, tetapi juga bagi komunitas seni Drama Gong serta dunia pendidikan tinggi Hindu di Indonesia yang kehilangan salah satu tokoh terbaiknya.

Sebagai ungkapan penghormatan terakhir, Dr. Putu Aditya Antara menyampaikan doa dalam bahasa Bali:

“Memargi becik ke Karang Wayah Pak Yan nggih. Dumogi masikian ring Hyang Parama Kawi. Dumogi amor ing Acintya.”

Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan seluruh pengabdian serta keteladanannya senantiasa hidup sebagai warisan nilai bagi generasi penerus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *