Surakarta — Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menyatakan keyakinannya bahwa target 82 medali emas yang ditetapkan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia pada ASEAN Para Games ke-13 Tahun 2025 di Thailand dapat direalisasikan. Optimisme tersebut didasari oleh persiapan kontingen Indonesia yang dinilai tetap berjalan optimal meski menghadapi berbagai keterbatasan.
Hal tersebut disampaikan Menpora Erick usai menghadiri pengukuhan dan pelepasan Kontingen Indonesia di Pendopo Balai Kota Surakarta, Sabtu (10/1) pagi. Ia memberikan apresiasi kepada NPC Indonesia, chef de mission, tim pendukung, serta para manajer atlet yang telah bekerja keras mempersiapkan seluruh kebutuhan atlet.
Menpora menilai target 82 emas merupakan sasaran yang menantang namun realistis. Berdasarkan catatan prestasi, Indonesia kerap menutup partisipasi di ajang ASEAN Para Games dengan menempati posisi satu atau dua klasemen akhir, bahkan sukses menjadi juara umum dalam tiga edisi terakhir.
Meski demikian, Erick Thohir mengingatkan bahwa persaingan tetap harus diperhitungkan secara matang. Selain menghadapi keuntungan tuan rumah, Indonesia juga akan bersaing dengan negara-negara kawasan seperti Vietnam dan Malaysia yang memiliki program pembinaan atlet yang solid.
Dalam kesempatan tersebut, Menpora juga menyampaikan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga tengah melakukan evaluasi dan transformasi menyeluruh, baik terhadap NPC maupun Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Evaluasi tersebut mencakup perencanaan program jangka pendek, menengah, dan panjang, khususnya terkait kesiapan atlet menghadapi multievent internasional serta masa pascakarier.
Salah satu fokus utama adalah penyusunan peta jalan jenjang karier atlet disabilitas setelah tidak lagi aktif bertanding. Pemerintah ingin memastikan para atlet mendapatkan perhatian secara utuh, tidak hanya saat meraih prestasi, tetapi juga dalam fase kehidupan berikutnya.
Menpora menambahkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto turut meminta kajian mendalam terkait kesejahteraan atlet, termasuk skema dana pensiun yang saat ini sedang dibahas. Transformasi tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat bagi sistem pembinaan olahraga nasional yang berkelanjutan.
Terkait bonus atlet ASEAN Para Games, Menpora menyampaikan bahwa usulan telah diajukan dan saat ini menunggu keputusan Presiden. Besaran bonus diharapkan setara dengan yang diterima atlet SEA Games, mengikuti pola yang telah diterapkan sebelumnya.
Namun, Menpora menegaskan bahwa penghargaan finansial semata tidak cukup. Oleh karena itu, Kemenpora juga menggulirkan program literasi keuangan agar bonus yang diterima atlet dapat dikelola secara bijak dan memberikan manfaat jangka panjang.
Menpora berharap sinergi antara pemerintah, NPC, dan berbagai pemangku kepentingan olahraga terus diperkuat demi menjaga prestasi Indonesia, baik untuk hari ini maupun masa depan.












