Berita

IARMI Tegaskan Dukungan Penuh untuk Kebijakan Pertahanan Presiden Prabowo

28
×

IARMI Tegaskan Dukungan Penuh untuk Kebijakan Pertahanan Presiden Prabowo

Share this article

Jakarta — Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) secara resmi menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan pertahanan nasional yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto. Sikap tersebut dituangkan dalam Piagam Munas IX IARMI yang disahkan menjelang penutupan Musyawarah Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (23/11/2025).

Sekretaris Presidium Sidang Munas, Rasminto, menjelaskan bahwa seluruh rekomendasi yang tertuang dalam piagam tersebut dirancang selaras dengan arah pembangunan pertahanan yang sedang digalakkan pemerintah, terutama penguatan sistem pertahanan semesta dan peningkatan kesiapsiagaan nasional.

“Piagam ini menegaskan bahwa IARMI berada pada jalur yang sama dengan visi pertahanan Presiden Prabowo dan siap ambil bagian dalam merealisasikan agenda strategis menuju pertahanan Indonesia yang lebih kuat, modern, dan mandiri,” ujar Rasminto dalam keterangannya kepada media (24/11/2025).

Salah satu poin krusial dalam piagam itu adalah dukungan terhadap penerapan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishanta) dalam ranah operasional. Menurut Rasminto, kebijakan tersebut sejalan dengan karakter dasar Menwa dan para alumninya sebagai elemen pendukung pertahanan negara.

“IARMI siap terlibat dalam pembinaan komponen cadangan dan pendukung, termasuk menyusun modul pendidikan serta pelatihan bersama kampus dan organisasi masyarakat. Penguatan Sishanta bukan hanya kebijakan strategis, tetapi juga respons konkret terhadap ancaman nasional yang kini semakin kompleks,” ucapnya.

Selain itu, IARMI menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara TNI, Polri, BNPB, BSSN, pemerintah daerah, dan lembaga intelijen. Rasminto menyebut bahwa pemerintahan Presiden Prabowo sedang mendorong pembenahan sistem keamanan nasional yang lebih terkoordinasi.

“IARMI menilai langkah ini tepat dan membutuhkan dukungan data, teknologi, serta budaya koordinasi yang lebih solid,” tambahnya.

Munas IX juga merekomendasikan pembentukan situational room nasional berbasis data real-time sebagai fasilitas pemantauan dan analisis ancaman nasional.

“Ini menjadi salah satu rekomendasi operasional kami—sebuah pusat data real-time untuk memetakan dan merespons berbagai potensi ancaman,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rasminto menyoroti bahwa keberhasilan pertahanan negara memiliki kaitan erat dengan kepercayaan publik terhadap institusi hukum. Karena itu, Piagam Munas IX menegaskan dukungan terhadap agenda reformasi hukum pemerintah, mulai dari transparansi, akuntabilitas, hingga edukasi hukum bagi masyarakat dan kampus.

“Stabilitas pertahanan tidak mungkin tercapai tanpa supremasi hukum. Ini menjadi salah satu garis tegas dalam piagam kami,” jelasnya.

Piagam Munas juga menanggapi dinamika keamanan di kawasan, termasuk ketegangan di Indo-Pasifik dan Laut Natuna Utara. Rasminto menilai pendekatan pertahanan dan diplomasi yang diambil Presiden Prabowo sebagai langkah realistis untuk menghadapi kompetisi geopolitik kawasan.

“Indonesia berada pada arena persaingan strategis yang besar. Maka kesiapan nasional, baik dari sisi diplomasi maupun pertahanan, harus terus diperkuat,” katanya.

Munas juga memberikan dukungan penuh terhadap modernisasi pertahanan yang tengah berlangsung, termasuk pengembangan industri pertahanan dalam negeri.

“IARMI mendorong kolaborasi antara kampus, alumni, dan industri strategis agar kemandirian pertahanan dapat dicapai lebih cepat,” ujarnya.

Sebagai penutup, Rasminto menegaskan bahwa Piagam Munas IX mencerminkan posisi resmi organisasi terhadap kebijakan pertahanan pemerintah.

“IARMI mengambil sikap tegas untuk mendukung kebijakan pertahanan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan memastikan implementasinya berjalan efektif di lapangan,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *