BeritaOlahraga

John Herdman Mulai Era Baru Timnas Indonesia

22
×

John Herdman Mulai Era Baru Timnas Indonesia

Share this article

Jakarta — PSSI secara resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih kepala Tim Nasional Sepak Bola Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1) pagi.

Pelatih asal Inggris itu tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB bersama jajaran pengurus PSSI. Kedatangannya disambut antusias oleh awak media yang telah memadati ruang konferensi. Dengan senyum ramah, John menyapa para jurnalis sebelum acara dimulai.

Dalam perkenalan resminya, Herdman mengungkapkan rasa antusias dan kebahagiaannya bisa memulai babak baru bersama sepak bola Indonesia. Ia menilai Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya serta basis pendukung sepak bola yang luar biasa.

“Saya sangat senang berada di Indonesia bersama keluarga. Ini adalah pengalaman baru—negara baru, budaya baru—dan tentu saja semangat sepak bola yang luar biasa. Saya melihat peluang besar untuk membawa sepak bola Indonesia ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PSSI dan jajaran Komite Eksekutif yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin skuad Garuda.

“Saya berterima kasih kepada PSSI dan seluruh exco atas kepercayaan ini. Menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia adalah sebuah kehormatan besar,” kata pelatih berusia 50 tahun tersebut.

Menurut Herdman, tantangan utama yang akan ia hadapi adalah mengintegrasikan potensi pemain diaspora dengan talenta lokal yang dimiliki Indonesia. Ia menegaskan bahwa keberagaman latar belakang pemain justru harus dijadikan kekuatan.

“Bagi saya, yang terpenting bukan paspor pemain, melainkan peluang dan kualitas yang mereka bawa. Keberagaman ini adalah kekuatan besar bagi Timnas Indonesia,” jelasnya.

Herdman juga menyadari besarnya ekspektasi publik setelah upaya Indonesia menembus Piala Dunia 2026 yang belum membuahkan hasil. Tekanan, menurutnya, merupakan bagian tak terpisahkan dari tugas melatih tim nasional.

“Tentu ada tekanan. Anda datang untuk memimpin sebuah tim dan membawa harapan satu bangsa. Beban itu bisa menjadi kutukan, tetapi juga bisa menjadi berkah,” ucapnya.

Ia optimistis tekanan tersebut dapat diolah menjadi energi positif, dengan merujuk pada pengalamannya saat membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022—pencapaian pertama negara tersebut sejak 1986.

“Saya pernah merasakan momen ketika sebuah negara berhenti sejenak karena sepak bola. Pengalaman itu ingin saya bagikan kepada para pemain di sini,” tambahnya.

PSSI mengikat John Herdman dengan kontrak berdurasi dua tahun. Dalam perjanjian tersebut juga terdapat opsi perpanjangan dua tahun sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menuju Piala Dunia 2030.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *