Berita

Menkeu Purbaya: Kebijakan Proaktif Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,04%

41
×

Menkeu Purbaya: Kebijakan Proaktif Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,04%

Share this article

Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III 2025 mencapai 5,04%, menunjukkan kondisi yang terus membaik di tengah meningkatnya kepercayaan masyarakat dan kebijakan pemerintah yang responsif. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (27/11).

Menurut Menkeu, optimisme masyarakat memberikan kontribusi besar terhadap penguatan konsumsi rumah tangga. Data penjualan ritel dan kendaraan bermotor yang terus naik menggambarkan daya beli yang makin pulih. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga naik signifikan pada Oktober–November 2025, menjadi salah satu capaian tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Pemulihan juga tampak pada sektor manufaktur. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada di level 51,2 pada Oktober 2025, mengindikasikan aktivitas industri berada dalam fase ekspansi. Kenaikan permintaan baru dan meningkatnya output produksi menjadi pendorong utama tren positif tersebut, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Menkeu menambahkan bahwa kebijakan fiskal dan moneter turut memainkan peran penting dalam menjaga momentum pemulihan. Pemerintah menempatkan dana Rp200 triliun ke sistem perbankan pada September 2025, yang kemudian diperkuat dengan tambahan Rp76 triliun. Langkah ini meningkatkan likuiditas, menekan suku bunga, dan mendorong konsumsi serta investasi. Perluasan jumlah uang beredar juga memberi ruang bagi perbankan untuk memperkuat fungsi intermediasi.

“Dengan dukungan Komisi XI dan arahan Presiden, kebijakan penempatan dana berhasil menggerakkan perekonomian, menciptakan momentum pertumbuhan baru, dan meningkatkan kepuasan publik. Tantangan ke depan adalah menjaga agar tren positif ini terus berlanjut,” ujar Menkeu Purbaya.

Secara keseluruhan, capaian Triwulan III 2025 memperlihatkan kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas makro dan mengarahkan pemulihan ekonomi secara berkesinambungan. Pemerintah berharap konsistensi kebijakan dan semakin kuatnya optimisme masyarakat dapat menciptakan iklim ekonomi yang lebih stabil dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *