Berita

Volatilitas Tinggi Warnai IHSG, BUMI Menarik Perhatian Trader

20
×

Volatilitas Tinggi Warnai IHSG, BUMI Menarik Perhatian Trader

Share this article

Jakarta – Pasar saham domestik bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi di posisi 8.886,07 atau melemah 0,57%. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat tertekan cukup dalam akibat aksi jual yang masif sebelum akhirnya berhasil memangkas pelemahan menjelang penutupan.

Analis Jaringan Media Pemuda Indonesia (JAMPI), Yudi Suparta, menilai tekanan terhadap IHSG dipengaruhi oleh sentimen jual yang meluas di berbagai sektor. Meski demikian, minat beli di area harga rendah masih terlihat aktif.

“Tekanan jual berlangsung cukup agresif dan sempat menekan indeks secara signifikan. Namun, adanya pembelian bertahap di level bawah menandakan sebagian pelaku pasar masih melihat peluang pada valuasi yang sudah terkoreksi,” ujar Yudi.

Salah satu saham yang mencuri perhatian adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Saham emiten energi tersebut sempat mengalami penurunan tajam dan menyentuh area terendah di sekitar level 406, sebelum akhirnya berbalik arah dan ditutup di level 444. Secara harian, BUMI tercatat melemah 3,90% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Menurut Yudi, pola pergerakan BUMI mencerminkan karakter saham berisiko tinggi namun tetap diminati oleh pelaku pasar aktif.

“Tekanan jual pada BUMI cukup ekstrem, tetapi respons beli yang muncul di area bawah berlangsung cepat. Hal ini menunjukkan adanya minat spekulatif yang kuat, sehingga secara teknikal dapat dikatakan saham ini sedang memasuki fase pemulihan setelah tekanan berat,” jelasnya.

Dari sisi aktivitas perdagangan, BUMI mencatatkan volume transaksi sekitar 77,59 juta lot dengan nilai mencapai kurang lebih Rp3,44 triliun. Angka tersebut menunjukkan likuiditas yang tinggi, meskipun pasar sedang berada dalam kondisi volatil.

Yudi menambahkan, selama harga BUMI mampu bertahan di atas level psikologis 400, peluang pergerakan jangka pendek masih terbuka. Namun demikian, risiko tetap perlu diperhatikan.

“Saham ini masih berpotensi bagi trader dengan profil agresif. Namun disiplin terhadap manajemen risiko tetap wajib, mengingat kondisi pasar secara keseluruhan belum sepenuhnya stabil,” tegasnya.

Secara umum, JAMPI menilai pasar saham Indonesia masih berada dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang relatif tinggi. Oleh karena itu, kehati-hatian, pengelolaan risiko, dan selektivitas menjadi faktor utama dalam menentukan strategi investasi ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *