Uncategorized

Produksi Minyak Capai 605 Ribu Barel: Prabowo Optimis Swasembada Energi

43
×

Produksi Minyak Capai 605 Ribu Barel: Prabowo Optimis Swasembada Energi

Share this article

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan ringkasan kunjungan kerjanya ke beberapa wilayah, termasuk Sulawesi, saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka. Laporan itu meliputi kemajuan program elektrifikasi pedesaan, peningkatan output minyak domestik, serta upaya menuju swasembada energi.

“Saya memberikan laporan kepada Bapak Presiden usai beberapa hari berkunjung ke berbagai lokasi, seperti Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara, untuk memantau langsung implementasi program listrik pedesaan,” kata Bahlil.

Ia menjelaskan bahwa inisiatif listrik pedesaan mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo. Pemerintah bertujuan agar seluruh wilayah Indonesia mendapat aliran listrik paling telat pada 2030.

“Sesuai instruksi Bapak Presiden, semua 5.700 desa dan 4.400 dusun harus sudah terlistriki antara 2029–2030,” tegasnya.

Untuk mencapai sasaran itu, Kementerian ESDM akan mempercepat pengembangan akses listrik di 10.068 titik hingga 2029, yang akan melayani sekitar 1,28 juta calon pengguna. Sementara itu, pada 2025 ini, penyediaan listrik ditargetkan selesai di 1.285 lokasi untuk 77.616 pelanggan baru.

Selain itu, Bahlil juga membahas kenaikan produksi minyak nasional (lifting). Hingga November 2025, output minyak Indonesia telah melebihi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yaitu mencapai 605.000 barel per hari.

Selanjutnya, potensi peningkatan produksi diperkirakan berasal dari program pengoptimalan sumur lama. Sebanyak 45.000 sumur telah dicatat untuk segera dikelola, khususnya oleh koperasi, usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan badan usaha milik daerah (BUMD).

Bahlil juga menyatakan bahwa pendapatan negara bukan pajak (PNBP) di sektor energi menunjukkan performa positif. Dari target sekitar Rp260 triliun pada 2025, realisasi PNBP telah mencapai 74–75 persen.

Menteri ESDM itu yakin Indonesia akan segera mencapai swasembada energi, dan menegaskan bahwa pada 2026 negara tidak lagi mengimpor solar. Ini sejalan dengan rencana pengoperasian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan.

“Insyaallah RDMP Kilang Balikpapan akan diresmikan pada 10 November ini. Jika program B50 terus didorong, bukan hanya bisa memenuhi kebutuhan solar dalam negeri, tapi juga berpotensi untuk diekspor,” jelasnya.

Bahlil mengakhiri dengan menegaskan bahwa semua langkah dan program di bidang energi adalah tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo.

“Semua ini adalah perintah Bapak Presiden, dan kami akan memastikan semuanya berjalan lancar,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *