Mimika – Pengalaman pertama mencicipi tambelo, kuliner khas Papua yang dikenal unik, menjadi momen yang tak mudah dilupakan. Makanan tradisional yang berasal dari kawasan bakau ini kerap menimbulkan rasa penasaran, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melihatnya.
Di kawasan Pomako, tambelo masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir. Hewan laut yang hidup di dalam kayu bakau lapuk ini biasanya dijajakan oleh warga setempat dalam kondisi segar.
Saat pertama kali melihatnya, bentuk tambelo memang cukup mengejutkan. Warnanya putih pucat, memanjang, dan bagi sebagian orang tampak tidak biasa. Kesan awal tersebut sempat menimbulkan keraguan untuk mencicipinya.
Namun, rasa penasaran muncul setelah mendengar penjelasan dari seorang mama Papua yang menjual tambelo. Ia menyampaikan bahwa makanan ini telah lama dikonsumsi secara turun-temurun dan dipercaya memiliki manfaat bagi tubuh.
Setelah mendengar cerita tersebut, keberanian untuk mencoba pun akhirnya muncul. Sedikit demi sedikit, tambelo dicicipi untuk pertama kalinya.
Di luar dugaan, rasanya justru tidak seaneh yang dibayangkan. Aroma alaminya menyerupai hasil laut segar, dengan cita rasa yang ringan dan sedikit mirip rumput laut. Teksturnya lembut dengan sensasi khas yang sulit digambarkan tanpa mencobanya langsung.
Pengalaman ini memberikan sudut pandang baru bahwa makanan tradisional tidak bisa dinilai hanya dari tampilannya. Di balik bentuknya yang unik, tambelo menyimpan nilai budaya dan cerita panjang masyarakat lokal yang hidup berdampingan dengan alam.
Sebagai bagian dari kekayaan kuliner Indonesia, tambelo tidak hanya dikenal sebagai makanan ekstrem, tetapi juga sebagai simbol kearifan lokal yang patut dihargai dan diperkenalkan lebih luas.












