BeritaOlahraga

Kemenpora Fokus Bangun Pembinaan Atlet Disabilitas Berkelanjutan

12
×

Kemenpora Fokus Bangun Pembinaan Atlet Disabilitas Berkelanjutan

Share this article

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia resmi membuka program Training of Trainers (TOT) Penggerak Olahraga Disabilitas “Berdaya” yang digelar di Indonesia Paralympic Training Center, Desa Delingan, Kabupaten Karanganyar, Senin (11/5).

Program tersebut dibuka langsung oleh Erick Thohir dan diikuti sekitar 200 peserta dari 29 daerah di Indonesia. Kegiatan ini merupakan program Kemenpora melalui Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga yang bekerja sama dengan National Paralympic Committee Indonesia.

Dalam sambutannya, Menpora Erick menyampaikan bahwa program tersebut lahir dari hasil kolaborasi antara Kemenpora dan NPC Indonesia guna memperkuat pembinaan olahraga disabilitas di Tanah Air.

Menurutnya, keberadaan pelatih dan pendamping yang kompeten menjadi faktor penting dalam mencetak atlet-atlet disabilitas berprestasi. Oleh karena itu, program TOT Penggerak Olahraga Disabilitas “Berdaya” diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan standar pelatihan yang baik.

“Pembangunan atlet di daerah tentu membutuhkan sosok pelatih yang memahami proses pembinaan atlet secara tepat. Karena itu kami menghadirkan program sertifikasi ini agar para peserta nantinya memiliki kompetensi yang diakui ketika kembali ke daerah masing-masing,” ujar Erick.

Ia juga menegaskan bahwa program tersebut akan terus dikembangkan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas, termasuk keberlanjutan pembinaan dan kesejahteraan atlet setelah masa kompetisi selesai.

Dalam kesempatan tersebut, Menpora Erick turut menyematkan tanda peserta kepada perwakilan trainer sebagai simbol dimulainya program pelatihan nasional tersebut.

Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia, Senny Marbun, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kemenpora yang dinilai menjadi langkah besar dalam pengembangan olahraga disabilitas di Indonesia.

Menurutnya, program TOT tersebut menjadi salah satu terobosan penting karena menghadirkan sistem pembinaan yang lebih mendasar dan terstruktur bagi para pelatih olahraga disabilitas.

Dukungan serupa juga disampaikan Chef de Mission Asian Para Games 2026, Reda Mathovani. Ia menjelaskan bahwa pihaknya saat ini telah menyiapkan sistem pendataan atlet melalui program “Jaga Inklusi Juara” serta program “Mendobrak Batas” untuk menjaring calon atlet potensial.

Reda berharap program TOT yang diinisiasi Kemenpora dapat terhubung dengan berbagai program pembinaan di NPC Indonesia sehingga proses pengembangan atlet disabilitas dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Melalui program ini, pemerintah berharap ekosistem olahraga disabilitas di Indonesia semakin kuat serta mampu membuka lebih banyak peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *