Berita

Investor Tiongkok dan Koperasi Pers Bahas Mesin Pengering Gabah di Sumut

7
×

Investor Tiongkok dan Koperasi Pers Bahas Mesin Pengering Gabah di Sumut

Share this article

Medan – Kerja sama antara investor asal Tiongkok dan Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia mulai diarahkan pada pengadaan teknologi pengering gabah guna mendukung proses pascapanen petani di Sumatera Utara.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan yang digelar di Medan pada Selasa (28/4/2026), dengan fokus pada aspek teknis penggunaan mesin serta rencana implementasi di lapangan.

Perwakilan produsen dari Tiongkok, YouHong Eustace, menjelaskan bahwa mesin Mobile Grain Dryer yang ditawarkan mampu mengeringkan hingga 10 ton gabah dalam waktu sekitar 15 jam. Teknologi ini dinilai dapat mempercepat proses pascapanen sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat faktor cuaca.

Sebagai tahap awal, investor berencana mendatangkan unit mesin ke Indonesia untuk dilakukan uji coba bersama koperasi. Langkah ini menjadi bagian dari penjajakan kerja sama jangka panjang.

Tenaga Ahli Menteri PPN/Bappenas bidang hubungan luar negeri dan investasi, Effendi Andoko, yang turut mendampingi investor Chun Yi, menyampaikan bahwa teknologi ini diharapkan dapat membantu petani dalam meningkatkan kualitas hasil pengolahan gabah kering di wilayah tersebut.

Dalam rencana pengembangannya, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, dipilih sebagai lokasi pusat operasional. Tepatnya di Desa Paret Kaca, yang merupakan lahan milik anggota koperasi dan akan difungsikan sebagai area operasional sekaligus workshop.

Kerja sama ini selanjutnya akan diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman antara koperasi dan pihak produsen dari Tiongkok yang diwakili Chun Yi.

Ketua koperasi, Devis Abuimau Karmoy, menilai langkah ini sebagai strategi penting dalam meningkatkan peran koperasi untuk mendukung kesejahteraan anggota.

Menurutnya, kolaborasi ini dapat memperkuat posisi koperasi dalam mengembangkan usaha produktif di sektor pertanian. Ke depan, koperasi juga akan menjalin sinergi dengan pemerintah serta kelompok tani yang tergabung dalam Koperasi Merah Putih guna memperluas dampak program.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus koperasi, di antaranya Deddi Hutajulu selaku sekretaris, Jansen Tanuwijaya sebagai bendahara, serta Rachmad Suwelen yang mewakili anggota. Perwakilan kelompok tani dari Kabupaten Langkat juga hadir dalam agenda tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *