Berita

Pemerintah Usulkan Penambahan 150 Ribu Kuota Magang Nasional 2026

37
×

Pemerintah Usulkan Penambahan 150 Ribu Kuota Magang Nasional 2026

Share this article

Jakarta — Minat masyarakat, khususnya para lulusan baru, terhadap program magang terus menunjukkan peningkatan. Menanggapi hal tersebut, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengajukan penambahan kuota sebanyak 150 ribu peserta untuk Program Magang Nasional (MagangHub) tahun 2026.

Langkah ini bertujuan memperluas kesempatan bagi pencari kerja untuk memperoleh pengalaman praktis, sekaligus membantu industri mendapatkan tenaga kerja yang lebih siap pakai.

“Program Magang Nasional saat ini masih dalam tahap pengajuan anggaran. Kami berharap mendapat dukungan dari Kementerian Keuangan dan Kemenko Perekonomian agar program ini dapat segera direalisasikan,” ujar Yassierli usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan program tersebut tidak boleh hanya terfokus di kota-kota besar. Pemerintah berupaya memastikan distribusi kesempatan magang lebih merata hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

“Pemerataan menjadi prinsip utama. Wilayah dengan tingkat pengangguran yang tinggi akan diprioritaskan untuk mendapatkan alokasi kuota yang lebih besar,” jelasnya.

Penambahan kuota ini dinilai penting karena banyak lulusan baru yang kesulitan memasuki dunia kerja akibat kurangnya pengalaman. Di sisi lain, sektor industri juga membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kesiapan dan kompetensi sesuai kebutuhan.

Dalam pembahasan bersama DPR, program ini diposisikan sebagai salah satu strategi untuk menekan angka pengangguran terbuka, dengan fokus pada daerah prioritas serta sektor-sektor yang membutuhkan tenaga terampil.

Yassierli juga menyampaikan bahwa bidang magang nantinya akan dibuat lebih beragam dan tidak hanya terpusat pada satu sektor tertentu. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan lanjutan dan koordinasi lintas kementerian sebelum ditetapkan secara final.

Melalui program ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan kesiapan tenaga kerja, memperluas akses pengalaman kerja, serta memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *