BeritaOlahraga

Bonus Prestasi Jadi Modal, Ni Nengah Kembangkan Bisnis di Bali

7
×

Bonus Prestasi Jadi Modal, Ni Nengah Kembangkan Bisnis di Bali

Share this article

Jakarta – Anggapan bahwa masa depan atlet cenderung tidak pasti ditepis oleh atlet para powerlifting Indonesia asal Bali, Ni Nengah Widiasih. Baginya, karier sebagai atlet justru menjadi pintu pembuka berbagai peluang dalam kehidupan.

Ni Nengah menilai perhatian pemerintah terhadap atlet saat ini semakin meningkat. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah pemberian bonus atas prestasi, yang kemudian dimanfaatkannya untuk merintis usaha kuliner. Langkah ini diambil sebagai upaya mempersiapkan masa depan sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Pada 17 Februari 2026, Ni Nengah resmi membuka rumah makan bernama Babi Guling Balah Men Bingin di kawasan Kesiman, Denpasar. Usaha ini terinspirasi dari latar belakang keluarganya yang memiliki keahlian di bidang kuliner, terutama sang ayah yang dikenal mahir memasak hidangan khas Bali.

Selain sebagai bentuk pengembangan potensi keluarga, usaha tersebut juga menjadi bagian dari proses pemulihan setelah kehilangan sang ibu. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan kesibukan positif bagi ayahnya sekaligus menjaga semangat keluarga.

Keinginan membuka usaha sebenarnya sudah muncul sejak lama, namun pencarian lokasi yang tepat baru dilakukan secara intensif pada akhir 2024. Setelah melalui berbagai pertimbangan, lokasi yang sesuai akhirnya ditemukan menjelang akhir 2025, tepat ketika ia mulai berhenti aktif mencari.

Bisnis kuliner ini merupakan usaha pertamanya yang dijalankan bersama sang kakak. Ni Nengah mengakui bahwa mengelola rumah makan memiliki tantangan tersendiri, berbeda dari dunia olahraga yang telah lama ia tekuni. Ia menyadari bahwa di balik satu hidangan terdapat proses panjang dan kerja sama banyak pihak.

Sebagai atlet berprestasi yang telah meraih medali perunggu di Paralimpiade Rio 2016, perak di Tokyo 2020, serta menempati posisi kelima di Paris 2024, Ni Nengah memahami bahwa karier di dunia olahraga memiliki batas waktu. Oleh karena itu, usaha ini menjadi bagian dari rencana jangka panjangnya dalam menghadapi masa pensiun.

Lebih dari sekadar mencari keuntungan, ia menegaskan bahwa usaha ini juga bertujuan memberikan manfaat bagi orang lain. Dengan membuka peluang kerja, ia berharap keberhasilannya dapat dirasakan bersama.

Nama “Men Bingin” yang digunakan untuk rumah makan tersebut diambil dari nama almarhum ibunya sebagai bentuk penghormatan. Seluruh hidangan dimasak langsung oleh sang ayah, dengan sentuhan rasa yang diharapkan mampu menghadirkan kehangatan bagi setiap pelanggan.

Perjalanan hidup Ni Nengah, dari masa kecil hingga meraih prestasi di tingkat dunia, kini berlanjut dengan langkah baru di dunia usaha. Ia menunjukkan bahwa semangat juang tidak hanya hadir di arena pertandingan, tetapi juga dalam membangun masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *